Amour ; When I Meet You

“Siapa dia?” tanya Gikwang menunjuk seorang gadis yang duduk beberapa meja di depannya kepada Junhyung.

Posisi Junhyung yang memunggungi objek Gikwang menoleh, “Oh Park Jieun, teman sekelasku,” jawabnya kemudian kembali sibuk dengan makanannya meninggalkan Gikwang yang masih memandangi gadis tadi. Gikwang merasakan ada sesuatu yang menarik dirinya ke dalam diri gadis itu.

“Kau menyukainya?” tanya Junhyung yang memergoki Gikwang masih memandangi Jieun.

“Dia dingin. Jangan sekali – sekali mendekatinya,” lanjut Junhyung seakan memberi nasihat kepada Gikwang.

“Begitukah?” tanya Gikwang sedikit penasaran.

Junhyung hanya mengangguk lalu menambahkan, “Bicaranya selalu singkat, dia juga tak memiliki teman. Itu yang kudengar dari anak – anak lainnya.”

Gikwang hanya terdiam mendengarkan penjalasan dari Junhyung. Lalu entah keberanian darimana ia mengangkat nampannya yang berisi makanan dan berjalan menuju meja Jieun. Junhyung yang melihat reaksi Gikwang hanya menggelengkan kepalanya, “Dasar gila.”

Jieun tidak bereaksi apa – apa saat Gikwang duduk dihadapannya sambil menaruh nampan makanannya. ia tampak sibuk dengan makananya dan tak memperdulikan kedatangan Gikwang.

“Maaf, boleh aku duduk disini?” tanya Gikwang mencoba ramah.

“Kau sudah duduk, untuk apa bertanya lagi,” jawab Jieun sekenanya membuat Gikwang memelototinya karena terkejut.

Astaga gadis ini benar – benar dingin, batin Gikwang. Pria itu kemudian melanjutkan makannya sambil sesekali melirik Jieun yang hampir menyelesaikan miliknya. “Maaf, tapi apa boleh aku tahu namamu?” tanyanya masih bersikap ramah seperti tadi.

“Park Jieun,” jawab gadis itu tanpa menoleh.

Kemudian hening, Jieun kembali melanjutkan makannya. Hal ini membuat Gikwang gemas, seharusnya gadis ini bertanya balik kepadanya. “Kau tidak ingin tahu namaku?” tanya Gikwang dengan gemasnya.

“Tidak ingin tahu,” jawabnya lagi, kali ini ia berdiri setelah menyelesaikan makannya lalu kemudian berjalan meninggalkan kantin.

Gikwang yang setengah kesal buru – buru menyelesaikan makanannya dan mengejar Jieun yang berjalan ke arah perpustakaan.

“Park Jieun!” panggilnya.

Jieun berhenti kemudian berbalik ketika namanya dipanggil namun tanpa di duganya, pria yang tak dikenalnya itu menarik tubuhnya dan mendaratkan sebuah ciuman tepat dibibirnya. Beberapa pasang mata menatap keduanya dengan terkejut, sama terkejutnya dengan Jieun saat ini.

Gadis itu tidak memberikan reaksi apa – apa selain membelalakkan matanya, bahkan saat Gikwang melepaskan ciuman mereka, Jieun masih menunjukkan ekspresi wajah yang sama.

“Lee Gikwang. Ingatlah namaku baik – baik,” ujarnya sebelum berbalik dan meninggalkan Jieun yang tengah menatap punggungnya menjauh.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s