Why I Like You

Judul : Why I Like You

Author : AltRiseSilver

Genre : Romance

Rating : General

Cast : Hankyung Super Junior, Lee Hyesung, Kim Heechul and other cast

HANKYUNG POV

Nama koreanya Lee HyeSung, aku suka tawanya yang khas, berbeda dengan perempuan lain di Entertainment ini. Selama ini mungkin dia tidak tau kalau aku memandanginya karena aku hanya mampu memandanginya dari jauh, bukannya takut tapi aku tidak mau terburu-buru.

**

“Annyeonghaseyo, Chika imnida” katanya memperkenalkan diri didepan juri audisi. Chika adalah WNI yang jauh-jauh datang ke Korea hanya untuk audisi SM Entertainment, bahasa Koreanya fasih dan dia tidak canggung untuk menampilkan bakatnya. Dia menari dengan lincah mengikuti irama music yang di putar di ruangan tersebut. Para juri saling bertatapan dan melontarkan komentarnya secara berbisik lalu mereka memberikan penilaiannya/

Seminggu setelah audisi itu Chika menanti hasil audisinya, dia tegang, bagaimana tidak yang mengikuti audisi itu rata-rata memiliki tarian dan suara yang bagus. Dia berharap-harap cemas saat membuka emailnya. Tak sampai sedetik ia berteriak “KYAAAAA~! AKU LOLOS AUDISI!!!!”teriaknya, tidak peduli ini sudah malam atau tidak yang pasti saat ini dia sangat senang/

**

Aku masih memperhatikan Lee HyeSung yang sedang berlatih menari di ruangan kaca, aku memandanginya dengan serius sampai aku tidak menyadari bahwa Sooyoung berada di sampingku dan ikut memperhatikan HyeSung “Oppa, apa yang kau lakukan disini?” tanyanya mengejutkanku, aku menoleh. “Sejak kapan kau berada disitu?”tanyaku “sejak Oppa memperhatikan HyeSung daritadi” jawabnya.

“Aku tidak memperhatikan HyeSung, aku Cuma tak sengaja lewat saja” kataku berbohong, Sooyoung hanya mengangguk lalu masuk kedalam ruangan kaca. Aku buru-buru pergi agar HyeSung tidak melihatku. Aku kembali ke tempat aku dan member lain berkumpul namun pikiranku tetap saja melayang memikirkan HyeSung.

Akhirnya aku kembali keruangan latihan, sayup aku mendengar suara music. Hyesungkah yang masih latihan? Aku memandang jam, sudah hampir tengah malam kenapa dia tidak pulang? Tanyaku dalam hati lalu aku mencoba mengintip. Ternyata benar itu HyeSung, dia masih lincah memainkan badannya mengikuti irama dan aku perhatikan dia menutup matanya. Untuk apa dia menutup matanya?.

Aku ingin masuk dan menemaninya namun aku memutuskan untuk tidak melakukannya karena aku tau aku belum siap untuk menyapanya.

**

2 tahun berlalu, aku dan Super Junior comeback dengan lagu sorry-sorry. Dan yang aku dengan HyeSung dan girlbandnya akan segera debut tahun ini, aku penasaran bagaimana mereka debut. HyeSung masih tetap berlatih keras, dia sepertinya betul-betul berjuang untuk debutnya ini.

Kali ini aku membulatkan tekad untuk mendekatinya, aku menuju keruang latihan karena aku tau sekarang dia pasti sedang berlatih keras. Dugaanku tepat, dia sedang menari sambil menutup matanya. Aku masuk keruang latihan lalu mematikan tape. Dia langsung berhenti dan menengok “siapa yang berani…” katanya terputus saat melihatku yang berada didekat tape.

Dia berubah jadi sopan “annyeong Hankyung oppa, mianhe, aku tidak tau kalau itu kau” katanya canggung, aku mendekatinya “aniyo, kau rajin sekali jam segini masih ada diruangan ini?” tanyaku “Oppa mau pakai? Kalau begitu aku akan berkemas” katanya, lalu dia seperti bergegas merapikan barangnya.

“Kita latihan bersama” kataku, dia menoleh “mwo?”

Aku mengangguk “kita latihan bersama” ulangku, dia tidak jadi membereskan barangnya lalu menghidupkan tape dan menghampiriku “kali ini jangan menutup matamu, perhatikan aku” kataku, dia hanya mengangguk. Aku mulai menggerakkan badanku, kulihat dia mengikuti gerakanku dengan gampangnya padahal yang aku praktekkan ini gerakan yang amat rumit, dalam hati aku memujinya.

**

Kami duduk dilantai karena kelelahan menari. Keringatku mengucur, aku memberikannya sebotol air dingin yang aku ambil dari dapur tadi. Dia menenggaknya hingga air didalam botol itu hampir habis. Aku memandangnya “mwo? Kau haus?” tanyaku tak percaya “Ne oppa, sejak tadi aku belum ada minum” jawabnya dengan suara lemas.

“Mianhe, aku tadi memintamu untuk berlatih bersamaku” kataku sedikit menyesal, dia menggeleng “aniyo oppa, aku senang menemanimu seperti ini” katanya, aku memandangnya “jinjja?” tanyaku dengan wajah meledek, dia melihatku lalu tertawa “oppa, jangan melihatku seperti itu” katanya sambil tertawa. Aku ikut tertawa melihatnya yang ceria seperti ini.

“Kau sebentar lagi akan debut kan?” tanyaku, dia mengangguk semangat “Ne oppa, akhirnya mimpiku terwujud juga” katanya senang. Kami terdiam untuk beberapa saat lalu “Oppa, apa kau tidak merindukan keluargamu di Cina?” tanyanya, aku berpikir cukup lama namun dia terus menunggu jawabanku “jawablah Oppa” katanya tidak sabar.

Aku mengangguk “aku jelas merindukan mereka, hanya beberapa kali saja aku bisa mengunjungi mereka itupun bisa dihitung dengan jari berapa hari aku menginap disana” kataku sedih, dia menunduk “lalu bagaimana denganmu?” tanyaku, aku tau perantauannya sama jauhnya sepertiku. Indonesia. Dia mengangguk “aku bahkan sudah 2 tahun tidak bertemu oemma-ku, sedih” katanya sedih.

Aku menatapnya, aku sangat mengerti apa yang dia rasakan. Tidak mudah sebenarnya bagi kami melakukan debut di Negara tetangga. Setelah berbincang agak lama, kami berdua akhirnya memutuskan untuk kembali ke asrama. Aku bertanggung jawab mengantarnya pulang karena aku yang membuat waktunya terbuang dengan menemaniku latihan tadi. Sebelum pulang dia mengatakan hal yang tidak aku duga.

“Hankyung Oppa, kau tau? Sebelum aku audisi di SM aku telah mengidolakanmu” katanya lalu buru-buru masuk ke asramanya. Aku tersenyum tidak percaya, kalau ia benar-benar mengidolakanku setidaknya aku mudah untuk mendekatinya.

**

Tak sampai 3 bulan, HyeSung melakukan debutnya dengan 3 gadis Korea yang sama enerjiknya dengannya. Tak susah bagi mereka untuk mengibarkan namanya, dalam waktu beberapa minggu saja lagunya sudah menyaingi seniornya di SM dan Entertainment lainnya. Yang aku baca dari internet banyak netizen yang menyukai kulit hitam manis HyeSung yang terlihat eksotis. Jangankan mereka, aku saja tergila-gila padanya.

Malam ini, aku tau group HyeSung sedang tidak melakukan promo dan aku yakin HyeSung berada di dalam ruang latihan sekarang. Aku menghampirinya yang sedang menari. Aku suka tariannya, tulus dari hati. Aku mematikan lagi tape-nya, dia berhenti lalu membuka matanya “Oppa” katanya senang saat melihatku.

Dia menghampiriku lalu kami mengobrol bersama “bagaimana rasanya debut?” tanyaku berbasa-basi, dia garuk-garuk kepala “aku senang Oppa, setidaknya usahaku selama 2 tahun tidak sia-sia dan banyak orang yang menyukaiku padahal dibandingkan member yang lain kulitku ini lebih gelap” katanya merendah “aniyo, justru para netizen menyukai kulitmu mereka beranggapan kau ini manis bukan cantik” kataku memujinya.

Dia terlihat kaget “jinjja?” tanyanya senang, aku mengangguk “aniyo, Oppa pasti salah baca” katanya tidak ingin besar kepala “aku tidak pernah berbohong, untuk apa, kau memang manis, aku saja menyukaimu” kataku keceplosan. Dia menatapku, aku yang sudah mengucapkan kalimat itu hanya tersenyum memandangnya, sudah ketahuan lebih baik aku ungkapkan saja sekarang. Tekadku.

Karena aku diam saja, HyeSung berjalan menuju tape lalu menyalakannya dan melanjutkan latihannya. Aku hanya menatapnya dari belakang, saat melakukan gerakan memutar tiba-tiba dia oleng aku dengan sigap menangkapnya agar ia tidak jatuh ke lantai. Tak kusangka ternyata aku juga harus terpeleset dan kami jatuh bersama dan aku tepat berada di atasnya.

Kami berdua saling memandang, diam dan tak mencoba untuk bangun. Keadaannya sebenarnya memungkinkan aku untuk mencium bibirnya namun kami hanya mematung dan saling pandang. Karena keadaan yang canggung itu, tiba-tiba saja HyeSung menyuruhku bangun. Kami berdua terduduk dengan keadaan canggung satu sama lain.

HANKYUNG POV END

**

AUTHOR POV

Pintu asrama Super Junior diketuk seseorang, Heechul yang berada di ruang tengah buru-buru membuka pintu. HyeSung sedang berdiri disana sambil membawa sebuah kotak yang entah apa isinya. “Annyeong haseyo Heechul Oppa, HyeSung Imnida” katanya memperkenalkan diri. “Aku sudah tau, kenapa kesini?” tanyanya.

“Apa Hankyung Oppa ada? Aku ingin memberikan sesuatu untuknya” kata HyeSung. Heechul masuk tanpa member HyeSung ijin masuk “Hankyung, HyeSung mencarimu” kata Heechul saat menghampiri Hankyung yang sedang membantu Ryeowook memasak di dapur. Mendengar nama HyeSung dia langsung berlari kepintu masuk “Anyyeong” sapanya. HyeSung tersenyum lalu memberikan kotak itu pada Hankyung.

“Apa ini?” Tanya Hankyung “coklat” jawab HyeSung “coklat putih?” Tanya Heechul dari belakang punggung Hankyung dan mengagetkan keduanya, HyeSung menggeleng. Heechul langsung tak semangat lagi “Gomawo HyeSung, aku akan memakannya nanti” kata Hankyung “Ne Oppa, selamat mencoba, coklat itu aku yang membuatnya” kata HyeSung sebelum pergi. Hankyung dan Heechul masuk kedalam setelah HyeSung menghilang dari hadapannya.

“Coba buka” kata Heechul penasaran “aniyoo, kau kan tidak suka coklat” kata Hankyung menolak “lagi pula ini buatan HyeSung untukku, kau tidak boleh memakannya” tambah Hankyung lagi, Heechul mencibirnya lalu melakukan aktifitasnya yang sempat tertunda tadi.

Hankyung membantu Ryeowook memasak di dapur lagi. Dia terlihat gembira setelah mendapat coklat dari HyeSung. Ryeowook yang melihat Hyungnya senang itu hanya bisa terheran-heran dan mengurungkan niat untuk menanyakannya.

**

Hankyung sedang menikmati coklat dari HyeSung saat Heechul masuk kekamar mereka. Heechul yang merasa iri dengan Hankyung langsung mengganggu Hankyung. “kau tidak mau berbagi denganku?” tanyanya, Hankyung menggeleng “kalau begitu aku akan mengambilnya dengan paksa” kata Heechul, ia langsung mengambil sepotong coklat saat Hankyung sedang mengunyah.

Sebelum Hankyung mengambil kembali coklat itu, Heechul memakan coklat itu “Hai, sudah kubilang kau tidak boleh memakannya” kata Hankyung kesal “kenapa kau pelit padaku padahal aku selalu berbagi denganmu” kata Heechul tidak mau kalah “kalau yang lain kita boleh berbagi tapi untuk yang satu ini jangan” kata Hankyung mengamankan coklatnya “wae?” Tanya Heechul.

“Ini coklat buatan kekasihku, aku tidak boleh ikut memakannya” kata Hankyung. Heechul terkejut dengan jawaban Hankyung “kekasihmu? HyeSung kekasihmu?” Tanya Heechul, Hankyung mengangguk “kenapa kau tidak memberi tahuku?” Tanya Heechul lagi “Mianhe, aku tidak bermaksud menyembunyikannya aku belum siap mengatakannya pada siapapun”

Heechul mengangguk, ia terlihat sedih mendengar sahabatnya itu mempunyai kekasih. Bukan karena Hankyung tidak memberi tahunya tapi karena kekasih Hankyung adalah wanita yang ia cintai juga.

AUTHOR POV END

**

HANKYUNG POV

Heechul saat ini sedang keluar asrama, entah kemana, dia tidak mengatakannya padaku. Aku ingin menghubungi Heechul dan menanyakan keberadaannya namun ternyata ponselnya tertinggal dikamarnya.

Sudah selarut ini, dia kemana? Pikirku. Lalu aku iseng membuka ponselnya dan melihat-lihat isinya walaupun itu tidak sopan tapi aku penasaran karena selama ini Heechul seperti menyembunyikan sesuatu di ponselnya. Aku terkejut saat melihat galeri fotonya. Banyak foto HyeSung disana, apa ini yang disembunyikan Heechul dariku? Apa dia menyukai HyeSung? Terdengar suara Heechul diluar, dia telah pulang. Aku buru-buru meletakkan kembali ponselnya lalu pura-pura tidak terjadi apa-apa saat ia masuk kamar kami.

“Kau kemana saja? Aku menghubungimu tapi ponsel saja kau tidak bawa” kataku kesal saat ia menutup pintu. “Aku hanya berjalan-jalan saja, bosan” katanya singkat lalu membuka komputernya. Aku memperhatikannya, beberapa hari terakhir saat dia mengetahui aku menjadi kekasih HyeSung dia menjadi sedikit dingin walaupun tidak secara langsung dia tunjukkan padaku. Kalau saja aku tidak menjadikan HyeSung kekasihku dia pasti tidak akan sedingin ini padaku.

HANKYUNG POV END

**

AUTHOR POV

Beberapa bulan kemudian, Hankyung berniat hengkang dari Super Junior dan memilih jalan untuk solo karir di negaranya sendiri. HyeSung yang mendengar kabar tersebut langsung menghampiri Hankyung yang sedang berlatih sendiri di ruang latihan “Chagi!!” teriaknya saat HyeSung membuka pintu. Hankyung menoleh “wae?” tanyanya heran.

HyeSyung dengan wajah marah menghampirinya “katakan padaku kalau kau tidak akan melakukan hal bodoh itu” katanya, Hankyung tau maksud perkataan HyeSung, dia memandang HyeSung “Mianhe, aku tidak bisa lagi berada disini, terlalu berat bagiku melakukan sesuatu yang tidak aku suka” katanya, HyeSung mulai menangis “apa? Apa yang tidak kau suka disini Oppa?” tanyanya dengan isak. Hankyung diam, lalu dia memeluk HyeSung “aku tidak suka perlakuan mereka padaku HyeSung, aku bukan robot aku juga punya hati, Mianhe, aku harus pergi meninggalkanmu” katanya.

Heechul yang berada di luar mendengarkan percakapan mereka dengan hati miris. Dia bingung harus bagaimana lagi menahan kepergian Hankyung, dia tidak mampu mendengar tangis HyeSung yang tidak rela ditinggal Hankyung.

**

Hankyung kembali ke Cina dengan diam-diam, semua member Super Junior dan HyeSung mengantarkan Hankyung di bandara, Hankyung berpamitan pada semua member termasuk Heechul, mereka berpelukan lama, terlihat Hankyung membisikkan sesuatu pada Heechul yang membuat Hankyung seperti mengeluarkan airmatanya namun ia buru-buru menghapusnya.

Hankyung sudah berada didepan HyeSung. HyeSung memeluk Hankyung erat, ia terpukul dengan keputusan Hankyung. Dia berharap suatu saat nanti Hankyung memutuskan untuk kembali pada Super Junior.

HyeSung berjalan gontai meninggalkan bandara, semua member Super Junior sudah pulang terlebih dahulu, matanya bengkak karena menangis sejak semalam. Tanpa ia sadari Heechul mendekatinya dan mengejutkannya “Heechul Oppa!!!” teriaknya, Heechul hanya tersenyum lebar “sedang apa kau disini? Bukannya kau sudah pulang bersama yang lainnya?” Tanya HyeSung. Heechul menggeleng “aku tau kau itu terpuruk sama sepertiku makanya aku takut pulang membawa sendiri” katanya.

HyeSung menatap Heechul “Oppa, apa dia akan kembali?” tanyanya, Heechul diam. Dia berpikir terlalu lama sebelum menjawab “mungkin, kita harus percaya padanya” kata Heechul.

**

3 tahun kemudian.

HyeSyung masih menjalani aktifitasnya seperti biasa walau tanpa Hankyung, dia mencoba tegar dan tersenyum setiap saat walaupun ia sangat sedih karena kepergiannya sejak 3 tahun yang lalu. Sekarang yang menemaninya latihan adalah Heechul bahkan terkadang HyeSung suka mengajak Eunhyuk untuk battle dance dengannya.

Namun karena Eunhyuk sedang sibuk dengan kegiatannya, Heechul-lah yang makin sering menemaninya. Walaupun Heechul bukan penari yang baik seperti Hankyung dan Eunhyuk, HyeSung sangat berterima kasih pada Heechul karena mau menemaninya.

“Bagaimana keadaan Hankyung Oppa ya disana?” Tanya HyeSung pada Heechul saat selesai latihan. Heechul tidak menjawab lebih tepatnya dia termenung “Oppa!!” panggil HyeSung, Heechul terkejut “kau bisakan tidak teriak seperti itu? Aku ini tidak tuli!” bentak Heechul “kalau kau tidak tuli kenapa kau tidak menjawabku?” Tanya HyeSung lebih kesal “aku bukannya tidak mendengar aku tidak tau apa yang kau katakan” katanya lagi.

“Ah kau ini suka sekali berbohong” ejek HyeSung, Heechul menjitak kepala HyeSung. HyeSung merintih kesakitan “oh tidak, aku akan menjadi bodoh seperti Heechul Oppa” ledeknya. Heechul makin kesal padanya, saat ia ingin menjitak kepala HyeSung lagi. Ponselnya berbunyi, ia menatap layarnya lalu keluar ruangan untuk mengangkat telepon itu. HyeSung hanya menunggu Heechul Oppa kembali.

“Siapa Oppa?” Tanya HyeSung.

“Kau pikir aku akan mengatakannya padamu?”.

HyeSung memilih untuk diam saja, sahabat Hankyung yang satu ini sangat menyebalkan untuknya. Dia sendiri heran kenapa Hankyung bisa betah berteman dengannya.

**

HyeSung sedang menuruni tangga menuju asramanya setelah ia mengunjungi asrama Super Junior, ia sedang terburu-buru karena ia ingin membuatkan sesuatu untuk Heechul. Karena terburu-buru ia terpeleset lalu jatuh berguling kebawah.

Bunyi gaduh yang ia buat membuat member groupnya dan Super Junior melihat keluar. Mereka terkejut saat melihat HyeSung tergolek tak sadarkan diri di dekat tangga. Heechul langsung menghampirinya dan mencoba membangunkannya namun HyeSung tetap menutup matanya.

**

HyeSung sadarkan diri, Min Ah yg sedang menjaganya langsung menghampirinya “HyeSung, sudah sadar?” tanyanya cemas, HyeSung seperti kebingungan “aku dimana Min Ah?” Tanyanya “kau dirumah sakit, tadi malam kau jatuh dari tangga” jelas Min Ah, HyeSung akhirnya saat ia jatuh. Saat itu ia sedang terburu-buru pulang ke asramanya untuk membuat sesuatu.

“Heechul Oppa mana?” tanyanya

“Dia ada diluar, kau mau aku memanggilnya?” Tanya Min Ah, HyeSung mengangguk. Min Ah keluar kamar dan tak lama Heechul masuk. Dia duduk di samping tempat tidur HyeSung. “Oppa, aku sedang sakit” kata HyeSung.

“Aku tau, aku yang menggendongmu kemari” kata Heechul kesal, tentu saja dia berbohong mana mungkin dia mau menggendong wanita seberat HyeSung, walaupun kecil badannya sangat berat. “Mianhe” kata HyeSung menyesal, Heechul melihatnya “untuk apa minta maaf?” Tanya Heechul. HyeSung tidak menjawab, dia memandang keluar jendela “sedang apa Hankyung Oppa disana? Kapan ia kembali?” tanyanya lirih. Heechul tidak menjawab, suasana mendadak sunyi. Terdengar tangisan HyeSung. Heechul menggenggam tangan HyeSung lalu berbisik.

“Aku mohon, jangan bicarakan Hankyung lagi didepanku, tidakkah kau tau? Aku cemburu mendengarnya” katanya, lalu dia beranjak “Oppa” panggil HyeSung “istirahatlah, aku akan mengunjungimu lagi besok” katanya.

**

HyeSung merasa sudah baikkan sekarang walaupun kakinya masih sakit untuk digerakkan. Dia menonton televisi dan ia sangat terkejut saat sebuah acara gossip menyiarkan sepasang pengantin yang sedang berjalan menuju gereja. Yang menarik bukanlah baju pengantin atau arak-arakkannya tapi pengantin prianya, ia sangat mengenal pengantin prianya.

Heechul masuk kekamar HyeSung yang sedang mendengar berita tersebut. Ia bengong melihat isi berita itu “aku pikir dia bercanda saat itu” kata Heechul, HyeSung memandangnya “kau sudah tau dia akan menikah?” Tanya HyeSung getir. Heechul memandangnya “waktu sedang bersamamu, dia yg menelponku dan mengatakan kalau dia akan menikah aku pikir dia hanya bercanda maka dari itu aku tidak mengatakan padamu” jelas Heechul.

HyeSung menitikkan airmatanya. Ia menangis namun tidak mengeluarkan suara. Heechul yang melihat HyeSung menangis lagi untuk Hankyung langsung memeluknya erat “mianhe, mianhe HyeSung” sesalnya.

“Kau tau oppa? Tadi pagi dokter bilang kalau kakiku tidak akan bisa berfungsi seperti biasanya. Aku tidak akan bisa menari lagi oppa” katanya di tengah isak tangisnya, Heechul terkejut dia melepas pelukannya dan menatap HyeSung “jinjja?”. HyeSung mengangguk, Heechul ikut sedih mendengarnya. Ia pasti sangat terpukul, mendapatkan 2 berita sedih dalam satu hari.

HyeSung sudah diperbolehkan pulang, ia kembali ke asrama dengan perasaan yang campur aduk dan tak menentu. Semua orang sudah tau bagaimana keadaan kakinya yang tidak akan bisa menari lagi. Namun HyeSung mencoba untuk menggerakkan kakinya seperti biasanya. Berulang kali dia harus berhenti dan menahan sakit di kakinya. Dia ingin menangis saat itu. Kalau dia tidak akan bisa menari lagi, sia-sia saja perjalanan kariernya selama ini.

Dia mencoba bangun lagi dan menari namun tetap saja dia berhenti untuk meredakan nyeri di kakisnya. Isak tangisnya terdengar di ruang latihan, Heechul ingin masuk dan memeluknya namun ia tidak berani melakukannya. Ponsel HyeSung berbunyi lalu dia mengangkatnya.

“Yoebuseyo” sapanya “Bodoh”.

“Siapa yang kau sebut bodoh?” Tanya HyeSung “siapa lagi kalau bukan kau, sudah jelas dokter menyuruhmu istirahat kau malah diruang latihan dan terus menari. Istirahatlah, kau bisa menari nanti” kata Heechul diujung telpon, HyeSung menatap kearah pintu “sebenarnya yang bodoh ini aku atau kau, untuk apa kau menelponku padahal kau sedang berada diluar” kata HyeSung.

Heechul diam lalu dia menutup telponnya. Kemudian dia membuka pintu “aku tidak bisa melihatmu menangis seperti itu, benar-benar tidak bisa” kata Heechul. Mereka saling berpandangan, tidak berkata apapun.

**

Seminggu berlalu, HyeSung masih mencoba melakukan tarian seperti biasanya namun sekeras apapun dia mencoba ia masih merasakan nyeri di kakinya. Dia bingung harus melakukan apa, sedangkan perusahaan sedang mempersiapkan comeback groupnya. Walaupun managernya berkata kalau perusahaan tidak mempermasalahkan kakinya tetap saja ia merasa tidak berguna. Sebuah keputusan gila mampir di pikirannya.

Sebuah keputusan yang tidak mudah dijalankan, namun HyeSung yakin keputusan itu akan menjadi keputusan paling baik untuknya menjalankan kehidupan ini. Setelah latihan seperti biasa, dia berjalan menuju ruang direktur. Dia akan menyampaikan keputusannya. Awalnya direktur menolaknya karena HyeSung termasuk orang yang penting di groupnya namun setelah mendengar penjelasan HyeSung sang direktur akhirnya mengabulkan permintaan HyeSung untuk mengundurkan diri dari groupnya dan memilih untuk menjadi penyanyi solo.

Ketika HyeSung keluarr ruangan direktur, Heechul menghadangnya “kenapa kau lakukan itu? Kau pikir berubah haluan itu gampang?” Tanya Heechul, HyeSung tersenyum lalu mengajak Heechul untuk membicarakannya baik-baik, HyeSung baru menyadari kalau mereka berdua terlalu sering bertengkar daripada bersikap akur.

“Kau tau masalahku kan Oppa? Aku tidak bisa menari lagi, kakiku sangat bermasalah jadi aku memutuskan sebaiknya aku tidak berada dalam sebuah group yang mengharuskan membernya untuk menari. Aku memutuskan untuk bernyanyi solo yang tidak membutuhkan tarian, lagipula suaraku lumayan kan” jelas HyeSung sambil tersenyum “tapi kau kan bisa membicarakannya dulu bersamaku” kata Heechul keras.

HyeSung menatapnya lalu tertawa “kenapa aku harus mengatakannya padamu?” Tanya HyeSung bingung, Heechul yang mendengar pertanyaan itu ikut bingung “ah lupakan saja perkataanku tadi, anggap kau tak mendengarnya” kata Heechul, HyeSung mengangguk lalu keduanya terdiam. “Besok malam, kau tidak ada acara kan?” Tanya Heechul kemudian “Ani~ waeyo?” Tanya HyeSung. “Datanglah ke café yang biasa kau kunjungi bersama Hankyung” kata Heechul, HyeSung terkejut “untuk apa? Selama ini aku menghindari café itu kenapa kau menyuruhku untuk datang kesana?” Tanya HyeSung.

Heechul beranjak dari duduknya “datanglah, kau akan tau” katanya sambil berlalu. Kemudian Heechul berhenti “berdandanlah, sekali-sekali aku ingin melihatmu tampil cantik di depanku”.

**

HyeSung menunggu dengan sabar kehadiran Heechul, ia memandang sekelilingnya dan berpikir kenapa Heechul memilih tempat biasa dirinya dan Hankyung duduk. Dia memandang lurus kedepan, saat seseorang menutup matanya dari belakang. “Heechul Oppa” tebaknya, orang itu melepas tangannya dan duduk di depan HyeSung “bagaimana kau tau?” Tanya Heechul.

“Aku disini karena janji akan bertemu denganmu, tentu saja aku tau” katanya, Heechul tersenyum.

“Kenapa kau tidak berdandan, kan sudah kubilang, berdandanlah” kata Heechul setelah memperhatikan penampilan HyeSung. Sebenarnya ia sudah berdandan namun Heechul hanya ingin mengejeknya “apa kau bilang? Aku sudah cantik seperti ini kau masih bilang aku belum berdandan?” Tanya HyeSung kesal, Heechul makin tertawa melihat HyeSung kesal seperti itu.

“Untuk apa kita kesini? Jelaskan padaku?” Tanya HyeSung langsung ke intinya “pesanlah makanan dulu, aku lapar”. Heechul memanggil pelayan lalu memesan makanan untuknya dan HyeSung, HyeSung tidak diberikan kesempatan untuk memesan makanan yang ia mau “kalau sampai aku tidak menyukai makanan itu, aku hajar kau” kata HyeSung.

“Sekali-sekali berbicaralah formal denganku, kau ini menyebalkan sekali” kata Heechul kesal. Tak lama pesanan mereka datang, HyeSung menatap makanannya sedangkan Heechul memakan makanannya dengan lahap. ‘Bagaimana dia tau makanan kesukaanku, Cuma Hankyung yang tau’ batinnya. “Makanlah, jangan dipandangi” kata Heechul. HyeSung memakannya namun tidak menikmatinya.

Setelah makan, Heechul mengajaknya pergi ke suatu tempat “kau belum menjawab pertanyaanku tadi” kata HyeSung “aku akan menjawabnya nanti”.

Mereka sampai di taman bermain Seoul yang sudah hampir sepi. HyeSung hanya mengikut Heechul memasuk taman bermain itu padahal dia tau sebentar lagi taman bermain itu akan tutup. Heechul menuju wahana bianglala, dia membisikkan sesuatu pada petugas lalu memberinya sejumlah uang. Lalu dia naik, HyeSung yang masih termenung ditempatnya melihat Heechul memberi kode untuknya agar naik.

HyeSung duduk didepannya “duduk disampingku” katanya, HyeSung menolaknya. Heechul yang tidak sabar langsung menarik tangan HyeSung hingga dia sekarang duduk bersebelahan dengan Heechul. Bianglala bergerak perlahan namun Heechul masih belum menjawab pertanyaan HyeSung “sampai kapan kau akan diam dan tidak member jawaban?” Tanya HyeSung kesal. “Aku hanya ingin hari ini adalah hari terakhirmu mengingat Hankyung” jawab Heechul.

HyeSung terkejut “sudah terlalu lama kau memikirkan seseorang yang jauh darimu” lanjut Heechul “kenapa? Kenapa aku harus melupakannya?’ Tanya HyeSung. “Kau sudah tau kan kalau Hankyung telah menikah, dia juga sekarang bukan milikmu lagi” kata Heechul, HyeSung menangis “aku tau, tapi kenapa dia tidak memberi tahuku? Kenapa dia menikah tanpa member hubungan yang pasti padaku?”.

Heechul tidak menjawab, bianglala masih terus berputar perlahan “maka dari itu, dia bukanlah seseorang yang baik untukmu, lupakanlah dia HyeSung” kata Heechul, HyeSung masih menangis. Didalam pikirannya berputar memori saat bersama Hankyung. “Aku bingung bagaimana perasaanku saat aku tau kau menjadi kekasih Hankyung, satu sisi aku senang sahabat baikku mendapatkan gadis impiannya tapi disisi lain aku sedih karena aku harus kehilangan gadis yang aku cintai juga” jelas Heechul.

HyeSung memandangnya “kau benar mencintaiku?” Tanya Hyesung, Heechul menatap HyeSung lalu memalingkan wajahnya “aku berikan kau satu malam untuk mengenang Hankyung, kalau kau mau menangis, menangislah selagi aku masih kuat melihatnya namun aku mau besok kau tidak mengingatnya lagi” tambah Heechul. HyeSung masih menatap Heechul “kau bilang kau tidak suka melihatku menangis?”.

“Malam ini, kau harus mengakhiri kesedihanmu, baik itu tentang Hankyung ataupun yang lainnya. Mulai besok kau tidak boleh menangis lagi” kata Heechul. “Oppa!!” HyeSung langsung memeluk Heechul. Heechul terkejut dengan pelukan tiba-tiba itu, HyeSung menangis dipelukannya. Sampai bianglala itu harusnya HyeSung menceritakan banyak hal tentang Hankyung namun tanpa sadar dia lebih banyak menceritakan hal saat bersama Heechul. Heechul hanya tersenyum tanpa memotong cerita HyeSung.

Setelah selesai, mereka berjalan pulang. Jalan-jalan tampak sepi karena sudah hampir pukul 11 malam. HyeSung yang tidak memakai baju hangat merasa kedinginan. Heechul langsung merangkulnya. Heechul sadar kalau daritadi mereka diikuti fans, dia berhenti dan menoleh kebelakang “sedang apa yang kalian lakukan jam segini?” Tanya Heechul pada 3 orang gadis yang mengikutinya. “Oppa, kau sedang bersama siapa?” Tanya salah satu dari mereka.

HyeSung langsung berbalik dan menyapa mereka “Annyeonghaseyo”. Mereka terkejut “HyeSung Onnie”. HyeSung hanya tersenyum serba salah “Oppa, apa kalian sedang kencan?”. Heechul mengangguk “ne, kami sedang pacaran dan sebentar lagi akan menikah” jawabnya asal lalu pergi. Ketiganya terkejut lalu memandang HyeSung, HyeSung tersenyum dan akhirnya mengejar Heechul “Oppa, apa yang kau katakan pada mereka? Kalau jadi gosip bagaimana?” Tanya HyeSung. “Biarkan saja, aku malah berharap itu terjadi”.

“Kau harus bertanggung jawab kalau ada gosip nanti” kata HyeSung lagi.

**

“Oppa!!!!! Buka pintu kamarmu!!!” teriak HyeSung didepan kamar Heechul. Leeteuk dan member lainnya menutup telinga mereka “HyeSung, pelan-pelan, kalau aku menjadi tuli bagaimana?” Tanya Leeteuk.

HyeSung memandang Leeteuk “Oppa, aku tidak akan berteriak begini kalau adikmu tidak berkata macam-macam pada fansnya” kata HyeSung lalu dia mengetuk pintu kamar Heechul lagi. Pintu terbuka, Heechul dengan wajah kusut melihat HyeSung sebal “waeyo? Kau tau kan aku baru tidur jam berapa” sungut Heechul.

“Ini!! Kau baca sendiri!” kata HyeSung sambil menyerahkan sebuah tabloid “HEECHUL SUPER JUNIOR AKAN MENIKAH DENGAN HYESUNG CHOCOBALL” matanya langsung terbelalak lalu dia menatap HyeSung “lalu kenapa? Memang kita akan menikah kan?” Tanya Heechul santai, HyeSung dan member Super Junior terkejut “sejak kapan kau melamarku?” Tanya HyeSung “Kau akan benar-benar menikah Hyung?” Tanya Eunhyuk pada Heechul, ia mengangguk.

HyeSung berniat pergi dari asrama mereka namun ia teringat sesuatu yang ia bawa. Ia menyerah kotak berisi coklat putih pada Heechul lalu pergi keluar. Heechul membuka kotak tersebut lalu tersenyum, “kau benar-benar akan menikah?” Tanya Leeteuk “Ne” jawab Heechul singkat, Leeteuk langsung lemas “Hyung, sepertinya akan ada yang mendahuluimu lagi” ejek Eunhyuk, Leeteuk langsung menjitak kepala dongsaengnya tersebut.

“Leeteuk-sshi, Eunhyuk-sshi bisa bantu aku?” Tanya Heechul. Eunhyuk dan Leeteuk saling berpandangan.

HyeSung menunggu Heechul disebuah taman, hampir setengah jam ia menunggu namun lelaki itu belum datang. Saat bosan merasuki tubuhnya, HyeSung mendengar sayup-sayup suara Euhyuk dan Leeteuk yang sedang bernyanyi. Suaranya berasal dari belakang tubuhnya, ia menoleh dan benar saja ada Leeteuk dan Eunhyuk disana.

Mereka menyanyikan lagu ‘Marry U’ dihadapan HyeSung tak lama Heechul muncul dengan membawa bucket bunga dan berjalan kearahnya. HyeSung tidak bisa menahan senyumnya, Heechul memberikan bunga itu padanya lalu berkata “kau minta dilamar kan? Menikahlah denganku HyeSung” katanya sambil tersenyum.

HyeSung tersenyum lalu ia menoleh kearah Eunhyuk dan Leeteuk “Eunhyuk oppa, Leeteuk oppa. Bisa kalian hentikan nyanyiannya?” Tanya HyeSung, mereka langsung berhenti bernyanyi “kenapa kau menyuruh mereka berhenti bernyanyi?” Tanya Heechul keheranan.

HyeSung tersenyum “Minggu depan aku akan pulang ke Indonesia, kalau kau benar serius ingin menikahiku, lamarlah aku didepan orangtuaku” tantang HyeSung, Heechul berpikir “baik, kau pikir aku takut?” jawabnya “aku harap kau bisa belajar bahasa Indonesia, karena mereka tidak mengerti bahasa Korea” kata HyeSung lagi yang membuat Heechul sedikit panic.

**

5 tahun kemudian.

“Oemma, Jonghwa bilang dia merindukanmu” kata HyeSung di telepon, Heechul menatapnya sambil membereskan kotak bekal untuk Jonghwa “Oemma, harusnya kata-kata seperti itu kau katakan pada Heechul” kata HyeSung lagi, Heechul menghampirinya “berikan teleponnya”. HyeSung lalu menyerahkan ponselnya pada Heechul.

“Oemma ini menantumu yang tampan itu” kata Heechul dengan lantangnya, HyeSung menatapnya lalu membantu Jonghwa memakai seragam sekolahnya “Oemma, apa itu nenek yang menelpon?” tanyanya polos, HyeSung mengangguk “kapan kita akan mengunjungi nenek dan kakek? Aku merindukan mereka” rengeknya manja. HyeSung menatapnya “secepatnya Jonghwa, kau sudah siap?” Jonghwa mengangguk.

Heechul yang sudah selesai berbicara dengan ibu HyeSung menghampiri mereka “ayo kita berangkat” katanya “kau membicarakan apa dengan Oemma?” Tanya HyeSung penasaran “hanya masalah menantu dan mertua” jawabnya jahil, HyeSung memutar bola matanya.

Heechul dan HyeSung menatap anak mereka yang sedang bermain dengan teman-temannya. “Dia itu sepertimu, selalu tertawa” kata Heechul “dia lebih mirip denganmu, lihat saja betapa egoisnya dia kalau sedang bertengkar dengan teman-temannya” kata HyeSung, Heechul tertawa lalu menatap HyeSung “matanya itu mirip denganmu” kata Heechul lagi, HyeSung menatap Heechul “tapi secara keseluruhan wajahnya itu mirip denganmu, cantik” kata HyeSung lagi.

“PAPAAA!!” teriak seorang anak kecil disamping Jonghwa, HyeSung dan Heechul terkejut lalu menghamiri mereka. Teman-teman Jonghwa hanya menatap mereka berdua “sudah aku bilang kau jangan menggangguku, kenapa kau masih menggangguku” kata Jonghwa ketus “Kim Jonghwa, kau ini kenapa?” Tanya HyeSung “dia mengangguku oemma, aku tidak suka” jawabnya.

Heechul menatap anak laki-laki yang tengah menangis itu, dia sepertinya mirip dengan seseorang yang sudah lama tidak dilihatnya. Seorang pria berlari dari arah belakang lalu menghampiri anak tersebut dan berbicara dengan bahasa Cina, HyeSung yang sedang memarahi Jonghwa tidak menyadari kedatangan orang tersebut “cepat kau minta maaf padanya, kau tidak tega melihatnya menangis seperti itu karenamu?” Tanya HyeSung.

“Minta maaflah Jonghwa, kau ini anak laki-laki bukan?” sahut Heechul, Jonghwa menghampiri anak tersebut lalu mengulurkan tangannya. Saat Jonghwa dan anak tersebut sudah berbaikan, pria yang tadi menoleh kearah Heechul dan Hyesung.

“Hankyung?”

“Hankyung oppa?”

Keduanya terkejut melihat sosok Hankyung dihadapan mereka. Hankyung tersenyum lalu menghampiri mereka “annyeonghaseyo” sapanya, HyeSung menatap Hankyung tidak percaya dan Heechul yang melihat kejadian itu hanya bisa diam dan mencoba berpikir positive.

**

Sejak pulang dari sekolah Jonghwa dan berbincang dengan Hankyung, Heechul diam saja. HyeSung yang cemas menghampirinya yang sedang termenung di halaman rumah. “Chagiya, kau kenapa? Apa yang sedang mengganggu pikiranmu?” Tanya Hyesung. Heechul menggeleng lalu mendesah panjang. HyeSung menatapnya dalam “katakanlah, aku ini istrimu” katanya lagi.

“Kau senang melihat Hankyung?”

HyeSung mengangguk “tentu saja, hampir 8 tahun kan kita tidak bertemu dengannya? Tentu saja aku merasa senang” jawab HyeSung. “Bukan itu maksudku” kata Heechul “lalu apa?”

“Apa kau masih mencintainya? Apa kau mengharapkan sesuatu saat melihatnya hari ini?” Tanya Heechul cemas, HyeSung menatap suaminya. Dia terkejut dengan pertanyaan itu, mereka terdiam cukup lama lalu HyeSung memeluk Heechul dari belakang. Lelaki itu terkejut “kalau aku masih mencintainya untuk apa aku menikah denganmu dan memiliki anak semanis Jonghwa? Aku juga tidak mengharapkan apa-apa darinya, bagiku semua yang kau punya dan Jonghwa punya adalah hartaku jadi kau tidak perlu cemas”.

Heechul tidak bisa menahan senyum di wajahnya, dia berbalik dan memeluk HyeSung erat. “Maaf aku telah bertanya seperti ini” kata Heechul, HyeSung hanya mengangguk.

“Chagiya” panggil HyeSung.

“Hmm”. Heechul kemudian melepas pelukannya dan memandang HyeSung “sepertinya Jonghwa akan mempunyai adik” kata HyeSung polos “oh adik” jawab Heechul tidak peduli sambil tetap memandang HyeSung sampai kemudian “MWO?!”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s